Alwi Al Qadri: Walikota Balikpapan pelayanan” humanis ” kita DoakanTugas harus tercapai sukses “.

Alwi Al Qadri: Walikota Balikpapan pelayanan” humanis ” kita DoakanTugas harus tercapai sukses “.

Spread the love

Balikpapan | kompas id

ketua DPRD Balikpapan H.Alwi Al Qadri,Sp.,Pemerintah kota Balikpapan optimis dan harus bisa mengedepankan pelayanan humanis ,artinya Walikota Balikpapan DR.H Rahmad Masu’ud,SE.ME sampai saat ini mengapresiasi bisa dibilang sukses mengurus kota Balikppan.,tentunya untuk menyelesaikan segudang permasalahan saat ini tidak segampang membalikkan tangan contohnya mengurus penertipan pasar,parkir dan yang lainya tegas ketua ,.Dan saya ikut mendukung walikota jika ada para kepala Dinas lelet dalam menyelesaikan masalah/pelayanan bisa di ambil tindakan untuk mundur dari jabatan karena perlu perhatian kita bersama kota Balikpapan saat ini cukup pesat investor(pengusaha) yang menanankan modal dan pertambahan penduduk cukup lumayan tentunya memicu segudang masalah dan peningkatan pelayanan menjadi tuntutan.,baik dari luar dan dalam negri artinya tugas berat Walikota Balikpapan mari kita Doakan dan dukung versama., untuk mengurus segudang permasalahan” kota” tentunya Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) kota Balikpapan sampai saat ini masih melihat kinerja walikota berjalan baik.dewan tetap berharap banyak dan meminta pemkot harus ” bisa” ,dan ditambah lagi sebagai penyanggah ibu kota Nusantara (IKN -RI) walikota bisa menahkodai pemkot mengurus kota Balikpapan ujarnya saat ditemuin di kantor 28/9

 

Untuk menjawab pelayanan seperti penertipan pedagang kaki lima (PKL) dan peningkatan pelayanan penertipan pasar spinggan,pasar kelandasan, pasar baru dan tidak kalah pentingnya pasar pandan sari dan juga Pedagang di Kaki lima di seluruh kota Balikpapan seperti di jalan depan gedung PLN atau di samping taman Bekapai memang itu melanggar aturan karena berjualan di jalan raya atau di atas trotoar tapi dengan seizin walikota dari hasil lintas dinas diantaranya Dishub dan dinas Pekerjaan umum dan satpol Pamong praja itu merupakan binaan dari kecamatan tegas kepala satpol pamong praja kora Balijpapan Drs Boedi liliono,MM.dan kami saya dan kawan kawan saat ini harus mampu sesuai perintah walikota dalam mengedepankan pelayanan Humanis karena Walikota mengigatkan bahwa yang dilayani seperi PKL itu adalah warga kota Balikpapan tentu pelayanan humanis tidak meninggalkan tujuan hasil optimal dari tugas yang dipercayakan tegas Boedi di ahir wawancara singkat dengan media ini .

 

Kepala Dinas pasar kota Balikpapan Haimusri Umar,SE.,SE.,M.Ec,DeV. Saat ditemuin media ini menjelaskan mengenai pelayanan pedagang di pasar pandan sari di Balikpapan Barat memang kami sudah masuk dalam agenda kedepanya untuk dirapatkan mengigat petak pasar pandan sari masih ada pedagang yang belum menempati dan juga kedepanya untuk parkir disana juga masih belum optimal mengigat dari sektor parkir perintah walikota sangat membantu untuk peningkatan Asli Daerah(PAD )kota Balikpapan tambah Umar dengan singkat saat mengakhiri pembicaraan singkat dengan media saat kerja di luar kantor di Balijpapan Baru 29/9.

 

Sementara pemotongan proyeksi target PAD dipangkas Rp.86.033.555.853,14(86 miliar) keseluruhan target pendapatan daerah dalam APBD perubahan juga turun menjadi sekitar Rp.3,17 triliun

 

Kensikan belanja dan Defisit disusi lain belabja daerah justru bertambah sekitar Rp.49 22 miliar sehingga total belanja membengkak menjadi Rp.3,57 triliun hal ini menyebabkan APBD tahun 2026 mengalami defisit sebesar Rp395,55 miliar yang ditutup mengunskan sisa lebih perhitungan anggaran (SilPA) tahun sevelumnya .

 

Sementara realisasi pajak daerah hingga ahir september 2026 realisasi sektor peberimanaan.pajak daerah baru terkumpul Rp.623,24 miliar dari target total Rp.1,33 triliun…(kutipan nara sumber)

 

Persoalan parkir liar di sejumlah kawasan ramai Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD Balikpapan.

 

Salah satunya di Jalan MT Haryono yang dinilai kerap mengganggu akses pengguna jalan, terutama pada jam pulang kerja.

 

Apalagi, kawasan itu disebut-sebut warga memiliki vibes estetik yang mirip dengan Malioboro.

 

ditemukan di sejumlah titik lain, seperti kawasan Stadion Batakan.Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki justru dimanfaatkan sebagai lokasi parkir.

 

“Parkir liar yang ada di Kota Balikpapan sebenarnya bukan hanya di MT Haryono. Tetapi di seluruh kota Balikpapan

 

Ia menyebut Jalan MT Haryono saat ini menjadi salah satu kawasan yang banyak didatangi masyarakat karena kondisi infrastrukturnya yang dinilai sudah memadai.

tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut juga perlu diikuti dengan pengelolaan parkir yang lebih tertata.

 

“Seyogyanya trotoar ini diperuntukkan untuk para pejalan kaki. Tetapi diperuntukkan juga oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjadi parkir,”

 

Ia mengatakan persoalan parkir liar tersebut sebelumnya telah dibahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan sebagai mitra kerja Komisi III DPRD.

 

Pihaknya akan kembali meminta penjelasan Dishub terkait pengelolaan parkir, termasuk nominal penerimaan yang masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami akan RDP-kan kembali terkait nominal dan juga sudah keseriusannya daripada pemerintah kota, dalam memiliki potensi untuk meningkatkan PAD Kota Balikpapan apabila dikelola secara baik.

 

“Pusat-pusat yang ramai di Kota Balikpapan ini kan sudah mulai banyak. Salah satunya MT Haryono, Stadion Batakan, yang mana harus kita kelola parkirnya,

parkir perlu dilakukan secara lebih serius agar potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan.

 

“Ini juga sebenarnya salah satu ladang untuk menaikkan PAD yang ada di Kota Balikpapan melalui parkiran ini,

 

kemungkinan adanya kebocoran penerimaan dari sektor parkir, mengatakan hal tersebut perlu dibahas lebih lanjut bersama Dishub.

 

“Kalau kebocoran sih pasti namanya sistem. Sistem ini kan kita enggak bisa pungkiri bahwa masih ada tidak kesempurnaannya,” tapi hal itu sangatlah kecil walapun pemkot secara terus menerus bersolet dalam memperbaikin jelas sumber media .

 

Sampai berita ini di turunkan, wartawan belum memuat teknis binaan seperti apa pedagang kaki lima yang berjualan diatas trotoar tapi dari hasil input berita di lapangan,sudah sebahagian besar pemkot sudah mengalokasikan tempat secara terus menerus seoerti di jenderal sudirman samping hotel bintang dan yang lain tetapi yang di samping taman bekapai itu pedagang cuman malam hari untuk melayani pengunjung yang dalam kota dan luar yang berkunjung ke taman bekapai awalnya dari pedagang asongan sekarang memang ada pakai gerobak rombong tapikan .,dan memang itulah kalau kota berkembang pedagang akan memampaatkan kesempatan cari Rezeki di monent seperti ini tapi siang kan tertip dan bersih,.”” inbuhnya kemedia ini.

*(Pewarta.sanggam simanullang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *