Langkat-(Sumut)
Mediakompas.id_Selasa:16 Juni 2026.
Ketua Umum PDI Perjuangan, ibu Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pandangannya terkait aksi mahasiswa yang berupaya menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam pidatonya saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6), ibu Megawati menegaskan bahwa mahasiswa merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat di ruang publik.
Ibu Megawati mengaku mengikuti perkembangan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan salah satu wujud kehidupan demokrasi yang harus dihormati oleh seluruh pihak.
“Mahasiswa itu bagian dari warga negara. Dalam negara demokrasi, mereka memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya secara terbuka,” ujar ibu Megawati dalam pidatonya.
Presiden Republik Indonesia ke-5 tersebut juga menyoroti pengawalan aparat keamanan yang dinilainya berlebihan terhadap aksi mahasiswa.
Ia mempertanyakan pendekatan yang dilakukan oleh unsur keamanan dalam menghadapi demonstrasi yang berlangsung secara damai.
Menurut Megawati, keberadaan aparat keamanan seharusnya bertujuan menjaga ketertiban dan keamanan jalannya kegiatan masyarakat, termasuk aksi penyampaian pendapat di muka umum, tanpa mengurangi hak-hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi.
Dalam kesempatan tersebut, ibu Megawati mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi yang sehat, di mana setiap warga negara, termasuk mahasiswa, dapat menyampaikan pandangan, kritik, maupun aspirasi secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dihargai dan dijaga bersama.
Acara peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, kader partai, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan penghormatan terhadap perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.
(Sofyan)
