Simulasi Penanganan Sengketa Tanah Digelar, Aparat dan Masyarakat Terlibat

Simulasi Penanganan Sengketa Tanah Digelar, Aparat dan Masyarakat Terlibat

Spread the love

Kisaran — mediakompas. Id

Simulasi penanganan aksi demonstrasi terkait sengketa penguasaan lahan yang diduga digarap oleh oknum tidak bertanggung jawab digelar secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur aparat dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah.

Simulasi tersebut dihadiri oleh Wali Kota, Kapolres, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Muspida) lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengantisipasi potensi konflik sosial yang dapat timbul akibat persoalan pertanahan.

Dalam skenario yang diperagakan, massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen—di antaranya personel TNI, Polri, Brimob, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta perwakilan masyarakat—melakukan unjuk rasa menyampaikan aspirasi terkait dugaan penggarapan lahan secara tidak sah.

Aksi berlangsung dinamis dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Petugas gabungan terlihat menjalankan prosedur pengamanan sesuai standar operasional, mulai dari pendekatan persuasif, negosiasi dengan koordinator lapangan, hingga langkah-langkah pengendalian massa secara terukur. Simulasi ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang humanis dalam menangani aksi unjuk rasa agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Kapolres dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih koordinasi lintas sektor sekaligus mengedepankan profesionalitas aparat dalam menghadapi situasi kontinjensi. “Simulasi ini menjadi sarana evaluasi agar setiap personel memahami peran dan fungsi masing-masing saat terjadi aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan pertanahan secara adil dan transparan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menempuh jalur hukum dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat perhatian dari masyarakat sekitar.

Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh unsur terkait semakin siap dalam menjaga kondusivitas daerah, khususnya dalam menghadapi potensi sengketa lahan yang sensitif dan kompleks.

Suhairi (Gogon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *