Audisi Film Dayak Kolosal ,di Dome Anggkat Budaya Lelurur dan dorong UMKM &industri kreatif berkembang.

Audisi Film Dayak Kolosal ,di Dome Anggkat Budaya Lelurur dan dorong UMKM &industri kreatif berkembang.

Spread the love

Balikpapan| kompas id:

Acara kegiatan Audisi Film Dayak Kolosal di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Gedung Dome Kota Balikpapa kerangka acara Jadwal Audisi/Casting merupakan Khusus Proses penjaringan bakat utama oleh tim produksi dan juri termasuk aktor senior Piet Pagau dan perwakilan Dinas Pariwisata ,dijadwalkan pada 13–14 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA.

 

 

Rangkaian Acara Pendukung: Karena formatnya yang kolosal, acara di BSCC Dome ini tidak hanya berisi audisi akting saja. Selama periode( 12–16 Oktober 2026 ),terdapat juga Expo Budaya, workshop seni pertunjukan tari dan musik, serta Pasar Malam UMKM daerah.

 

 

Tujuan Proyek: Film layar lebar ini diproduseri secara eksekutif oleh tokoh adat seperti Panglima Jilah dan didukung oleh Dewan Adat Dayak (DAD), Proyek ini bertujuan mengangkat sejarah besar, tradisi, interaksi sosial, serta kearifan lokal suku Dayak Borneo ke kancah nasional hingga internasional.

 

Target Peserta,.Audisi di Balikpapan ini menjadi kota pertama sekaligus pusat penjaringan talenta berbakat dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Timur, Setelah dari Balikpapan, tim produksi direncanakan akan melanjutkan pencarian ke wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tentunya,jelas panitia pelaksana Ujar Agus Samat.”

 

Sementara Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi penyelenggaraan audisi Film Dayak Kolosal yang dirangkaikan dengan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerajinan tradisional, serta produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung.

 

Apresiasi itu disampaikan Dr. Bagus Susetyo, Wakil Wali Kota Balikpapan, dalam sambutannya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya leluhur masyarakat Dayak sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.,jelas Agus.

 

 

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat, di antaranya Dr. Syahari Jaang, Pangeran Sambaliung dari Kabupaten Berau, Ketua Forum Komunikasi Kota Balikpapan Dr. Abriantinus, M.A., selaku Ketua Panitia Penyelenggara, tokoh film nasional Piet Pagau, serta sejumlah pejabat daerah, kepala adat, ketua paguyuban, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan, pelaku industri kreatif, serta undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Bagus menyampaikan bahwa pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kekayaan budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui industri kreatif.

 

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa dari tim produksi Film Dayak Kolosal. Tema merawat budaya dan memperkuat ekonomi rakyat sangat relevan dengan visi pembangunan daerah saat ini,” tegas bagus.

 

Ia menegaskan, kegiatan kebudayaan hendaknya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui pemberdayaan pelaku UMKM agar dapat memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan mengembangkan usaha secara mandiri.

 

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberdayakan UMKM dan industri kreatif agar semakin maju dan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah,” katanya.

Film Dayak Kolosal Diharapkan Perkenalkan Budaya Kalimantan

Bagus menyampaikan, produksi Film Dayak Kolosal diharapkan dapat menjadi media untuk mendokumentasikan tradisi, kearifan lokal, serta sejarah leluhur masyarakat Dayak. Kehadiran film tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, industri perfilman dinilai dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang seni peran serta industri kreatif.

 

Ia berharap audisi tersebut mampu menjaring talenta-talenta lokal dari Balikpapan dan berbagai daerah di Kalimantan Timur yang nantinya dapat berkiprah di tingkat nasional.

Pameran UMKM Perluas Promosi Produk Lokal

 

Selain audisi film, pameran kerajinan tradisional, wastra, dan kuliner khas daerah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

 

Bagus juga menekankan pentingnya pengembangan museum budaya dan pelestarian situs-situs bersejarah sebagai bagian dari upaya menjaga warisan kebudayaan Balikpapan dan Kalimantan Timur.

 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, pelaku UMKM, industri kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pelestarian budaya dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Keberagaman Masyarakat Jadi Kekuatan Balikpapan

Dalam kesempatan itu, Bagus turut menyoroti keberagaman masyarakat Kota Balikpapan yang hidup berdampingan dalam suasana kondusif. Keberadaan sekitar 131 paguyuban dan kelompok etnis disebut sebagai kekayaan sosial yang harus dijaga melalui semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi.

 

Ia berharap keberagaman tersebut terus menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk penyelenggaraan audisi Film Dayak Kolosal yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.

 

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk melestarikan budaya Nusantara sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Semoga peserta audisi yang terpilih nantinya dapat berkiprah di tingkat nasional dan membanggakan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan,” tutupnya.

Penyelenggaraan audisi Film Dayak Kolosal dan pameran UMKM ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian budaya Dayak, memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, serta mendorong produk lokal agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(Pewarta). sanggam Simanullang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *