Kuala Kapuas, mediakompas.id – Krisis air bersih dalam kurun waktu dua bulan terakhir wilayah Kabupaten Kapuas tidak diguyur hujan, sejak akhir bulan Mei sampai sekarang hujan tak kunjung turun cuaca pun sangat ekstrim dan lembab karena sinar matahari yang sangat menyengat akibat tidak adanya turun hujan.
Adapun salah satu dampak yang dirasakan masyarakat saat ini khususnya masyarakat Kelurahan murung keramat, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mana Kelurahan tersebut berada di bantaran sungai yang berdampingan dengan Das Sungai Kapuas dan perairan Sungai Barito kini sedang mengalami krisis air bersih, Sabtu (25/7/2026).
Kelurahan Murung Keramat itu sendiri terletak tidak jauh dari Kabupaten Kapuas hanya berjarak sekitar kurang lebih 15 menit dengan mengunakan kapal Pery penyebrangan.
Kelurahan Murung Keramat yang kini tercatat penduduknya kurang lebih 2000 jiwa disaat musim kemarau tiba debet air laut hilir Desa Batanjung yang dekat dengan laut lepas naik ketika air pasang dan mengalirkan air asin.
Salah seorang ibu rumah tangga sebut saja Arbainah yang mengeluhkan kondisi air saat ini,” Arbainah mengungkapkan, musim kemarau seperti pada saat ini air pasti asin memang dari dulu kami warga Kelurahan Murung Keramat ketika musim kemarau tiba pasti air di sungai akan asin,” ucapnya.
“Lebih lanjut Arbainah mengatakan, seperti tahun-tahun kemarin musim kemarau ini tiba biasanya dari bulan Juli sampai Februari yang saya khawatirkan dengan adanya air asin ini sangat berdampak apalagi saya punya anak kecil takutnya ketika sedang mandi bisa saja tertelan air asin yang berakibat penyakit diare,” terangnya.
Harapannya, semoga pemerintah daerah bisa memberikan perhatian khusus terhadap kondisi air yang kini sudah mulai asin dirasakan masyarakat Kelurahan Murung Keramat,”pungkasnya. (Harjo)
