NIAS UTARA — Mediakompas.id — Terhentinya operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Yayasan Prabu Center 08, SPPG Nias Utara Lotu Baho, selama hampir satu bulan menuai perhatian dan kekecewaan masyarakat, khususnya para siswa yang selama ini menjadi penerima manfaat program pemerintah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Mediakompas.id, dapur MBG di wilayah Baho sudah hampir satu bulan tidak beroperasi. Akibatnya, kegiatan memasak dan pendistribusian makanan bergizi kepada anak-anak sekolah di wilayah tersebut ikut terhenti.
Kondisi ini diduga bermula setelah kepala SPPG sebelumnya meninggal dunia sekitar satu bulan lalu. Namun, hingga 8 November 2026, belum ada kepala SPPG definitif yang ditetapkan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Persoalan pergantian kepala SPPG sebelumnya disebut telah diusulkan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Nias Utara, Desman Faeri Herefa. Bahkan, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa usulan tersebut telah diteruskan ke tingkat provinsi dan pusat untuk mendapatkan tindak lanjut.
Namun, sampai saat ini, dapur MBG Baho belum juga kembali beroperasi.
SUDAH ADA SURAT, TEMBUSAN DISAMPAIKAN KEPADA KETUA DPRD DAN KETUA SATGAS MBG
Dalam upaya mendorong penyelesaian persoalan tersebut, Yayasan Prabu Center 08 SPPG Nias Utara Lotu dan Baho juga telah membuat surat yang ditembuskan kepada Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara dan Ketua Satgas MBG Kabupaten Nias Utara.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait agar segera mengambil tindakan konkret terhadap kekosongan kepala SPPG di Baho.
Tujuannya jelas, yakni agar pelayanan MBG tidak terus-menerus terhenti dan anak-anak sekolah tidak semakin kecewa akibat persoalan administrasi maupun koordinasi yang belum terselesaikan.
MEDIATEKOMPas.ID KONFIRMASI LANGSUNG KEPADA KORWIL MBG NIAS UTARA Melalui WhatsApp
Pada Minggu, 8 November 2026, Mediakompas.id melakukan konfirmasi kepada Korwil MBG Nias Utara, Desman Faeri Herefa, untuk meminta penjelasan mengenai alasan belum beroperasinya dapur MBG Baho selama hampir satu bulan serta kepastian penempatan kepala SPPG yang baru.
Dalam jawabannya, Desman menjelaskan bahwa saat ini SPPG Baho mengalami kekosongan kepala SPPG karena Pelaksana Harian (PLH) mengundurkan diri.
Berikut jawaban Korwil MBG Nias Utara, Desman Faeri Herefa, sebagaimana disampaikan kepada Mediakompas.id:
Selamat siang pak, sesuai yang kami sampaikan kemarin. SPPG Baho saat ini sedang mengalami kekosongan Kepala SPPG dikarenakan PLH mengundurkan diri. Kami sebagai korwil telah bersurat dan meminta petunjuk ke KPPG Medan. Dan tambahan hasil rapat dengan satgas kemarin kita juga di bantu satgas untuk meminta segera ditempatkan KSPPG baru.
Kami selaku korwil tidak mampu memberikan jaminan karena wewenang penempatan ksppg adalah wewenang Biro SDM BGN. Tugas kami melaporkan keadaan SPPG yang telah mengalami kekossongan. Terakhir kami follow up ke Kareg Sumut dan jawabannya sedang proses. Thx
Tetapi kami berupaya untuk follow up selalu dan harapan kita sppg bisa segera operasional.
Dari penjelasan tersebut, Korwil mengakui bahwa kekosongan kepala SPPG menjadi kendala utama belum beroperasinya dapur MBG Baho. Pihak Korwil juga menyampaikan bahwa proses penempatan kepala SPPG yang baru masih berjalan dan menjadi kewenangan Biro SDM Badan Gizi Nasional (BGN).
MASYARAKAT MENUNGGU KEPASTIAN, JANGAN BIARKAN ANAK SEKOLAH TERUS KECEWA
Meskipun pihak Korwil menyatakan terus melakukan tindak lanjut, masyarakat tentu membutuhkan kepastian kapan dapur MBG Baho kembali beroperasi.
Sebab, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kegiatan memasak dan membagikan makanan, melainkan program pelayanan yang menyangkut kebutuhan gizi dan kepentingan anak-anak sekolah.
Persoalan kekosongan satu jabatan jangan sampai mengakibatkan seluruh pelayanan kepada para siswa terhenti dalam waktu yang berkepanjangan.
Pihak Yayasan Prabu Center 08, pengelola SPPG, Korwil MBG Nias Utara, KPPG Medan, serta pihak Badan Gizi Nasional diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian persoalan tersebut sesuai kewenangan masing-masing.
Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara dan Ketua Satgas MBG Kabupaten Nias Utara juga diharapkan memberikan perhatian dan melakukan pengawasan agar persoalan ini segera mendapatkan jalan keluar.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan mengenai alasan terhentinya operasional dapur, tetapi juga membutuhkan kepastian kapan pelayanan MBG dapat kembali berjalan.
Jangan sampai anak-anak sekolah terus kecewa karena tidak menerima layanan makanan bergizi, sementara pihak pengelola dan instansi terkait masih menunggu proses penyelesaian administrasi.
Pelayanan MBG harus segera dipulihkan. Anak-anak sekolah jangan menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan koordinasi dan kekosongan jabatan yang belum terselesaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Mediakompas.id masih menunggu kepastian mengenai penempatan kepala SPPG yang baru serta jadwal resmi dimulainya kembali operasional dapur MBG SPPG Nias Utara Lotu Baho.
Mediakompas.id — Menyampaikan informasi, mengawal pelayanan publik, dan menyuarakan kepentingan masyarakat.
(Efori Zendrato)
