Pasaman,Sumatera Barat mediakompas.id
Kabupaten Pasaman mencatat lonjakan signifikan dalam transformasi keuangan daerah. Berdasarkan evaluasi Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) 2025, indeksnya naik dari 85,1% menjadi 96%, menempatkannya di peringkat 3 tertinggi se-Sumatera Barat dan melesat dari posisi 47 ke 21 nasional.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Sudarta, mengapresiasi langkah ini. “Pasaman sangat progresif. Digitalisasi tidak hanya efisien dan transparan, tapi nyata mendongkrak pendapatan daerah,” ujarnya saat rapat TP2DD, Kamis (18/6/2026).
Data menunjukkan PAD melonjak tajam: Rp84,54 miliar (2023), Rp89,93 miliar (2024), hingga Rp110,03 miliar pada 2025. Pertumbuhan ini didorong transaksi elektronik:
– Pajak daerah digital naik hampir 3x lipat dari Rp8,28 miliar jadi Rp23,12 miliar
– Retribusi digital melonjak dari Rp791 juta jadi Rp61,01 miliar di 2024, tetap di Rp44,61 miliar di 2025
Bupati Welly Suhery menegaskan digitalisasi menjadi strategi kunci. “Ini menutup celah kebocoran, memudahkan warga, dan memperkuat akuntabilitas. Kami terus perluas hingga ke layanan PBB-P2,” tegasnya.
Dengan capaian ini, Pasaman menjadi contoh sukses bagaimana teknologi mempercepat kemandirian keuangan daerah.
(Abdi Novirta)
