KARAWANG,Mediakompas.id
Kegiatan Gerakan Masyarakat Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Bersama wakil Ketua Komisi IX DPR-RI Drg. Putih Sari dengan Menggandeng Mitra Kerja Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktorat Pelayanan Klinis. Acara tersebut berlangsung di Futsal Idera Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (20/06/2026).
Turut hadir dalam acara ini, dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM, Kemenkes RI. Evi susilawati Skm, Pengolala layanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Barat.dr. Hardi Hermawan,Ketua Tim Promosi Dinkes Karawang., H.Nendi Kepala Desa Kuta Karya, Ayu pemimpin Dirijen Lagi Kebangsaan Indonesia Raya, Ustd.Bukhori Pemimpin Doa, Serta Masyarakat peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kutakarya mengawali dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang dapat berlangsung dengan baik. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, beserta jajaran yang telah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai program kesehatan.
Kepala Desa Kutakarya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta memanfaatkan berbagai program kesehatan yang telah disiapkan oleh pemerintah. Menurutnya, kehadiran drg. Putih Sari merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa.” Pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program kesehatan yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, imunisasi, hingga pengobatan penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB).
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang benar terkait program-program kesehatan pemerintah. Pencegahan penyakit harus menjadi budaya, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujar drg. Putih Sari.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan membiasakan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksakan kesehatan sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit.
Menurut drg. Putih Sari, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Dengan semangat gotong royong dan kesadaran bersama, saya optimistis Indonesia dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM dari Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa Program Quick Wins pada pemerintahan Presiden Prabowo memiliki tiga prioritas utama, yaitu Program Cek Kesehatan Gratis, percepatan pengentasan penyakit Tuberkulosis (TB), serta pembangunan rumah sakit yang lengkap dan berkualitas.

Menurutnya, India masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, sementara Indonesia berada di peringkat kedua. Penyakit TB tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, ginjal, dan kelenjar getah bening. Meski demikian, TB dapat disembuhkan melalui pengobatan intensif selama enam bulan secara teratur. Upaya pencegahan juga penting dilakukan, salah satunya dengan selalu menggunakan masker.
Pemerintah menargetkan pembangunan 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan fasilitas yang lengkap serta didukung tenaga dokter spesialis pada periode 2025-2027 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat bertepatan dengan momentum hari ulang tahun masing-masing sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
(“/Red)
