Sumatera Barat mediakompas id.
Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan meresmikan Hunian Sementara (Huntara) sekaligus menggelar makan bersama warga, di salah satu wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat.
Peresmian Huntara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta didampingi jajaran Polda Sumbar, pengurus Gekrafs Sumbar, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat Huntara.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa pembangunan Huntara merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana alam.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan. Huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana sambil menunggu pembangunan hunian tetap,” ujar Kapolda Sumbar.
Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara Kapolda Sumbar, jajaran Polda Sumbar, pengurus Gekrafs, dan masyarakat terdampak bencana. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak saat Kapolda Sumbar duduk bersama warga, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi dan kondisi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Gekrafs Sumbar menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan wujud kolaborasi antara aparat kepolisian dan komunitas ekonomi kreatif dalam mendukung pemulihan sosial serta ekonomi masyarakat pascabencana.
“Kami berharap kehadiran Gekrafs dapat memberikan semangat baru dan membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setelah kondisi kembali pulih,” katanya.
Masyarakat penerima manfaat Huntara mengungkapkan rasa terima kasih kepada Polda Sumbar dan Gekrafs atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Mereka berharap dukungan dan pendampingan terus berlanjut hingga kehidupan masyarakat benar-benar pulih.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat kepedulian, empati, dan gotong royong seluruh elemen dalam membantu masyarakat Sumatera Barat bangkit dari dampak bencana alam
( Abdi Novirta )
