Humbang Hasundutan, MediaKompas.id
Ratusan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan yang juga sebagai peserta BPJS hadiri Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)
yang dipimpin Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Sihar Pangihutan Hamongan Sitorus, BSBA, MBA. Acara berlangsung di Sopo Godang Pargodungan HKBP Pargodungan Kabupaten Dolok sanggul, Jumat(28/5). Sebagai narasumber sosialisasi tersebut hadir Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Kabag Mutu Layanan Kepesertaan, Dolok Erikson Siagian, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Suzanne Sitompul.
Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Dolok Erikson Siagian dalam sambutannya, Masyarakat Humbahas tampaknya sudah mengikuti program JKN KIS yang disiapkan pemerintah. Dua jenis Iuran PBI(Program Bantuan Iuran) dan Non PBI. Bagi yang sudah memiliki Kartus KIS PBI sudah berlaku sebagai Identitas, bisa hanya menunjukkan KTP saja.
Bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, mendapatkan iuran sebesar 8 juta secara gratis dirumah sakit. Sistem JKN KIS merupakan gotong royong dari peserta PBI dan Non PBI. Secara umum masyarakat menganggap JKN, BPJS Kesehatan dan KIS adalah sama. Kami hanya perlu tekankan, BPJS Kesehatan adalah Penyelenggara, JKN adalah Programnya, dan KIS adalah Identitas peserta. Sebagai informasi, untuk mengurus layanan publik seperti mengutus SKCK pun harus ada BPJSnya. Saat ini program BPJS sudah lebih besar pengeluarannya daripada iurannya, jadi tolong amang-inang jaga pola hidup yang sehat demi meminimalisir pengeluaran BPJS. Kami juga mengingatkan ada 21 penyakit yang tidak dijamin BPJS Kesehatan, silahkan akses aplikasi JKN dan ragam fitur-fitur tersedia, tutup Dolok.
Ditempat yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Humbahas
Suzanne Sitompul menambahkan, Semua yang hadir kami harapkan bisa download aplikasi JKN dan simpanlah nomor pelanggan Wa Pandawa untuk berkonsultasi. Disini amang-inang akan mendapatkan informasi seluruh layanan BPJS Kesehatan. Kami meminta dan mengingatkan jalani dan jaga pola hidup sehat, untuk bisa memperpanjang umur. Hindarilah minum-minuman yang ditambahkan dengan gula atau pemanis. Untuk Kabupaten Dolok sanggul peserta pemakaian BPJS atau PBI gratis sangat tinggi, berbeda jauh dengan Non PBI(Mandiri) hanya sekian persen dan bisa dikatakan sangat rendah. Sampai saat ini BPJS Kesehatan Humbahas harus menanggung kelebihan pengeluaran sebesar 11 milliar, ujar Suzanne Sitompul.
Satu hal yang kami mau minta kepada DPR RI, Bapak Sihar Sitorus selaku mitra kerja BPJS, Tingginya Kasus Cuci Darah. Perlu bapak ketahui, sejak tahun 2023 awal laporan pendaftar masih 20 pasien dan mencapai 42 orang. Kini semakin bertambah pendaftar hingga 50 orang pak. Ini harus menjadi perhatian pusat, kiranya bapak Sihar bisa berdiskusi dan memberikan solusi kepada kami dan menstabilkan keadaan didaerah humbahas. Kami juga mendapat hasil screnning diagnosa diabetes dan hirpentensi ditingkat anak-anak SMA ataupun Gen Z sangat rentan terjadi, tutup
Suzanne Sitompul.
Dalam sambutannya melalui Via Zoom Meeting, Anggota DPR RI Komisi IX, Dr.Sihar Sitorus mengatakan, Salam hangat untuk masyarakat atau peserta BPJS Kabupaten Dolok Sanggul. Acara ini adalah rangkaian pekerjaan dari komisi IX yang bermitra dengan BPJS. Amang inang saya harapkan bagi yang sudah memiliki BPJS atau PBI bisa mendapatkan informasi lebih bermanfaat melalui pertemuan ini. Sebagai informasi dua jenis Iuran BPJS, Iuran gratis atau PBI dan Iuran Mandiri. Kita tahu, masyarakat Humbahas mayoritas bekerja disektor pertanian, maka pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait program JKN-KIS, termasuk manfaat dan mekanisme pembiayaan. “Program JKN-KIS merupakan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya iuran, baik dari pemerintah maupun mandiri, layanan kesehatan dapat dijangkau lebih luas, Ucap Sihar Sitorus.
Satu lagi, untuk generasi gen Z agar menjaga pola hidup yang sehat. Banyaknya jajanan yang serba manis dan adanya kandungan gula memicu kearah penyakit hipertensi dan diabetes serta berakhir cuci darah. Apa yang menjadi kegelisahan Ibu Kepala BPJS Kesehatan Humbahas akan kami
perhatikan dan diskusikan bersama teman-teman DPR RI.
Saya pribadi juga mengingatkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan dengan cara yang baik apabila pelayanan yang diterima belum sesuai harapan. Kami juga bangga akan status Universal Health Coverage (UHC) yang sudah diperoleh Kabupaten Humbahas, tutup Pria Batak Sihar Sitorus.(Dedy Silalahi)
