Langkat, Sumatera Utara – Selasa, 26 Mei 2026.
Prosesi membasuh kaki ibu dan ayah oleh siswa-siswi kelas XII di SMA Fatahillah Desa Jaring Halus kembali digelar dengan penuh khidmat dan haru.
Tradisi yang telah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun ini menjadi salah satu ciri khas pelepasan siswa di sekolah tersebut.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, serta bakti anak kepada kedua orang tua yang telah mendidik dan membesarkan mereka hingga menamatkan pendidikan tingkat SMA.
Desa Jaring Halus sendiri merupakan desa pulau atau desa seberang yang berada di wilayah Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Di desa tersebut, SMA Fatahillah menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas swasta yang berdiri untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat setempat.
Tradisi membasuh kaki orang tua ini merupakan gagasan dari Kepala Desa Jaring Halus, H. Usman, S.Pd., yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Selain dipercaya masyarakat sebagai kepala desa, beliau juga mendirikan Yayasan Pendidikan Fatahillah sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda di desa pesisir tersebut.
Dalam prosesi itu, para siswa tampak menitikkan air mata saat membasuh kaki dan memohon doa restu kepada kedua orang tua mereka. Suasana haru menyelimuti kegiatan yang turut dihadiri para guru, wali murid, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni pelepasan siswa, melainkan pendidikan karakter agar para pelajar senantiasa menghormati serta berbakti kepada orang tua.
“Kami berharap tradisi ini terus dijaga dan menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari perjuangan dan doa orang tua,” ujar pihak sekolah.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua, SMA Fatahillah Jaring Halus terus berkomitmen membangun generasi muda yang berpendidikan, berakhlak, dan menghargai jasa orang tua maupun guru.
(Sofyan)
