Toba, MediaKompas.id
Kabupaten Toba melalui sektor pariwisata, mulai diminati para pelancong atau wisatawan. Salah satunya Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort (TCR) yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menunjukkan progres signifikan sebagai motor baru ekonomi di Sumatera Utara. Berdasarkan data terbaru dari Humas BPODT, kawasan otorita ini telah mencatatkan akumulasi kunjungan nyaris mencapai satu juta orang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Ketua Umum Paryasop (Perkumpulan Alumni Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung), Eko Pardede, yang juga merupakan pelaku wisata di kawasan Toba, menyatakan bahwa penilaian terhadap progres Danau Toba harus didasarkan pada data objektif dan fakta lapangan, bukan sentimen semata.
”Kita harus berbicara berbasis data. Total kunjungan ke TCR sejak 2022 hingga Maret 2026 mencapai 963.053 pengunjung. Ini angka yang luar biasa besar bagi sebuah destinasi baru. Efek ekonomi dari hampir satu juta orang ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar kaldera dan kabupaten-kabupaten penyangga,” ujar Eko Pardede di sela-sela kunjungan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, ke TCR, Jumat (17/4).
Data Knjungan Wisatawan TCR (Sumber: Humas BPODT):
Tahun 2022: 214.144 Pengunjung
Tahun 2023: 286.573 Pengunjung
Tahun 2024: 246.025 Pengunjung
Tahun 2025: 162.308 Pengunjung
Januari – Maret 2026: 54.003 Pengunjung
Total Akumulasi: 963.053 Pengunjung
Terobosan Investasi dan Tantangan Regulasi
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Jimmy Panjaitan. BPODT secara konsisten berjuang memecahkan kebuntuan investasi. Salah satu tantangan terbesar adalah masa sewa lahan yang sebelumnya hanya terbatas 30 tahun—angka yang dinilai tidak kompetitif bagi investor mega proyek pariwisata.
BPODT saat ini tengah aktif memperjuangkan revisi regulasi masa kerja sama hingga 80 tahun guna menjamin kepastian bisnis jangka panjang.
Ditambahkannya, kegigihan ini mulai membuahkan hasil dengan masuknya grup besar seperti “Nimoland Group yang baru saja meresmikan Nimo Kaldera, menyusul kesuksesan Bobocabin, Glamping Kaldera, dan Dunia Outbound”.
Nimo Kaldera sendiri hadir dengan fasilitas lengkap seperti Color Splash Slide, Rainbow Slide, ATV Adventure, Sky Bike, Nimo Zoo, hingga wisata berkuda yang dirancang untuk memperkuat posisi TCR sebagai destinasi keluarga berstandar internasional.
Inisiator Event Dunia dan Lokomotif Infrastruktur
Selain pembangunan fisik, BPODT terbukti berhasil membawa Danau Toba ke panggung global sebagai inisiator hadirnya event internasional seperti F1 Powerboat (F1H2O) dan Trail of the Kings by UTMB yang kini telah masuk dalam kalender World Series.
Secara tidak langsung, kehadiran BPODT juga menjadi katalisator percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan sekitar, antara lain:
Pembangunan dan pemeliharaan jalan mulus di jalur Sibisa – Motung – Ajibata.
Pengembangan Bandara Sibisa untuk mendukung konektivitas udara.
Menjadi alasan strategis nasional bagi percepatan realisasi Jalan Tol Medan – Parapat.
”Banyak yang tidak menyadari bahwa aksesibilitas yang kita nikmati sekarang, termasuk mulusnya jalan menuju Sibisa, adalah hasil dorongan kolektif dari keberadaan otorita ini,” tambah Eko.
Harapan untuk Pemberdayaan Lokal
Meski mengapresiasi berbagai capaian tersebut, Eko Pardede yang mewakili semangat alumni Yayasan Soposurung untuk memajukan kampung halaman, tetap menitipkan catatan kritis bagi manajemen BPODT. Ia menekankan agar pertumbuhan investasi harus sejalan dengan pemberdayaan masyarakat lokal yang lebih nyata dan konsisten secara ekonomi.
”Kami optimis Danau Toba sudah berada di jalur yang benar. Tugas kita sekarang adalah memastikan tidak ada masyarakat lokal yang hanya menjadi penonton di tengah kemajuan ini,” pungkasnya.(Dedy silalahi/red)
