TAPANULI UTARA -mediakompas.id
Upaya menekan angka stunting terus digencarkan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Pangaribuan, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui program Gerakan Sentuh Balita (Skrining dan Temukan Hambatan Tumbuh Kembang) yang bertujuan mendeteksi sejak dini potensi gangguan pertumbuhan pada anak usia balita.
Program ini dilaksanakan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter dan tenaga kesehatan terhadap balita, guna memastikan kondisi kesehatan serta memantau perkembangan berat badan dan tumbuh kembang anak secara berkala. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting, terutama bagi balita yang menunjukkan tanda-tanda gangguan pertumbuhan.
Selain pemeriksaan kesehatan, para ibu balita juga mendapatkan edukasi dari tenaga medis terkait pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya pemantauan berat badan anak secara rutin. Edukasi ini diberikan khususnya kepada para ibu yang anaknya mengalami kondisi tidak mengalami kenaikan berat badan selama dua hingga tiga bulan berturut-turut, sehingga dapat segera dilakukan langkah-langkah perbaikan.
Puskesmas Pangaribuan,dr.Donda Purba, menjelaskan bahwa Gerakan Sentuh Balita merupakan salah satu strategi pelayanan kesehatan yang difokuskan pada deteksi dini masalah tumbuh kembang anak. Dengan melakukan skrining secara langsung, tenaga kesehatan dapat mengetahui kondisi balita secara lebih cepat dan memberikan penanganan yang tepat.
“Melalui Gerakan Sentuh Balita ini kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perhatian dan pemantauan tumbuh kembang secara optimal. Jika ditemukan balita yang berat badannya tidak naik selama beberapa bulan, maka segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta diberikan edukasi kepada orang tua agar kondisi tersebut dapat segera ditangani,” ujar dr,Donda Purba.
Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan di fasilitas kesehatan, tetapi juga telah dilakukan dengan menjangkau beberapa desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pangaribuan. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat lebih dekat dengan masyarakat serta mempermudah proses pemantauan tumbuh kembang balita di tingkat desa.
Menurutnya, keterlibatan orang tua, kader posyandu, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pencegahan stunting. Dengan adanya kolaborasi tersebut, pemantauan kesehatan anak dapat dilakukan secara berkelanjutan dan lebih efektif.
Pihak Puskesmas Pangaribuan berharap melalui Gerakan Sentuh Balita, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak semakin meningkat. Dengan deteksi dini dan penanganan yang cepat, diharapkan angka stunting di wilayah Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara dapat terus ditekan sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat, kuat, dan berkualitas.
Dody manalu.
