MBG di SD 4 Tebing Tinggi Dikeluhkan, Orang Tua Sebut Makanan Diduga Basi

MBG di SD 4 Tebing Tinggi Dikeluhkan, Orang Tua Sebut Makanan Diduga Basi

Spread the love

Tebing Tinggi –Mediakompas.id.

Program Makan Bergizi (MBG) di salah satu sekolah dasar di Kota Tebing Tinggi menuai keluhan dari orang tua siswa. Seorang wali murid SD Negeri 4 yang berlokasi di Jalan Harjo menyampaikan keberatannya atas kualitas makanan yang diterima anaknya pada awal Maret 2026.

Keluhan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang diterima siswa pada Senin, 2 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan orang tua, anaknya mendapat jatah untuk tiga hari, yakni Senin, Selasa, dan Rabu. Paket makanan yang diterima terdiri dari tiga roti, satu agar-agar, dua bawang goreng, dua potong tahu, satu bungkus keripik tempe, serta satu buah apel.

Namun, menurut orang tua siswa tersebut, beberapa jenis makanan seperti bawang goreng, tahu, dan agar-agar diduga sudah dalam kondisi kurang layak konsumsi karena berbau dan tidak segar. “Anak saya tidak bisa memakannya karena rasanya sudah tidak baik,” ujarnya saat dimintai keterangan, Selasa (3/3/2026).

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi di SD Negeri 4 yang berada di Jalan Harjo, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Pembagian makanan berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, untuk jatah tiga hari sekaligus.

Keluhan disampaikan oleh salah seorang wali murid siswa SD Negeri 4. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG Kota Tebing Tinggi maupun pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Orang tua siswa menilai kualitas makanan perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kesehatan anak-anak. Ia juga menduga pengelolaan program lebih berorientasi pada keuntungan dibanding kualitas, meskipun pernyataan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Program MBG sendiri bertujuan untuk membantu pemenuhan gizi siswa sekolah dasar agar mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar.

Jika kualitas makanan tidak terjaga, maka tujuan program dikhawatirkan tidak tercapai secara optimal.

Sejumlah orang tua berharap adanya evaluasi dari pihak terkait, baik pengelola program maupun instansi pendidikan setempat.

Mereka meminta pengawasan distribusi dan kualitas makanan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Media ini masih berupaya menghubungi pihak sekolah serta pengelola MBG Kota Tebing Tinggi untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi. Berita ini akan diperbarui setelah ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.

Suhairi (Gogon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *