Musdes Desa Dolok Martumbur Tetapkan Skala Prioritas 2026: Koperasi Serap 60 Persen Dana, BLT Dipangkas Jadi 8 KPM

Musdes Desa Dolok Martumbur Tetapkan Skala Prioritas 2026: Koperasi Serap 60 Persen Dana, BLT Dipangkas Jadi 8 KPM

Spread the love

Tapanuli Utara-mediakompas.id

Dolok Martumbur – Pemerintah Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) pada 19 Februari 2026 untuk menetapkan arah kebijakan dan prioritas program pembangunan tahun anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di SD Dolok Martumbur dengan melibatkan unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pendamping desa, serta perwakilan kecamatan.

Musdes dipimpin langsung Kepala Desa Saster Rajagukguk dan dihadiri Ketua BPD Tamrin Rajagukguk. Perwakilan Kecamatan Muara, Iras Siburian, menekankan agar setiap rupiah Dana Desa digunakan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Total Dana Desa Rp250 Juta :
Dalam forum tersebut ditetapkan total Dana Desa tahun 2026 sebesar Rp250 juta. Penetapan prioritas memunculkan sejumlah keputusan penting yang menjadi sorotan warga.

Sebesar 60 persen anggaran dialokasikan untuk penguatan Koperasi Merah Putih yang diketuai Parlindungan Aritonang. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pengembangan usaha produktif dan peningkatan kesejahteraan anggota.

Sementara itu, alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) mengalami penurunan signifikan. Jika pada 2025 terdapat 16 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pada 2026 jumlahnya ditetapkan hanya 8 KPM. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan pemutakhiran data penerima.

Fokus Air Bersih dan Penanganan Stunting

Di sektor infrastruktur dasar, perbaikan dan perawatan sarana air minum menjadi prioritas fisik dengan anggaran Rp100 juta. Program ini menyasar tiga dusun guna memastikan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penanganan stunting tetap menjadi perhatian, dengan pendampingan khusus terhadap dua anak yang membutuhkan intervensi kesehatan. Kepala Puskesmas setempat, Dosen Siringoringo, menekankan pentingnya kolaborasi antara desa dan tenaga kesehatan agar pencegahan stunting berjalan efektif.

Program Posyandu juga dianggarkan untuk 13 penerima manfaat yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan lansia, dengan alokasi Rp200 ribu per orang.

Ketahanan Pangan untuk 200 KK

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, desa menganggarkan pengadaan bibit jagung bagi 200 Kepala Keluarga. Setiap keluarga akan menerima maksimal setengah kilogram bibit sebagai stimulan produksi pangan rumah tangga.

Pendamping Desa, Sampe Silaban, mengingatkan agar seluruh program tetap mengacu pada regulasi penggunaan Dana Desa dan dilaksanakan sesuai perencanaan yang telah disepakati. Ketua BPD menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan agar pelaksanaan kegiatan sejalan dengan hasil Musdes.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama menjalankan program prioritas Desa Dolok Martumbur tahun 2026.

Dody manalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *