Sulhaddi Wali Nagari Cubadak Tengah Berikan Klarifikasi Laporan warganya Atas Dugaan Penganiayaan

Sulhaddi Wali Nagari Cubadak Tengah Berikan Klarifikasi Laporan warganya Atas Dugaan Penganiayaan

Spread the love

Pasaman. mediakompas.id

Wali Nagari Cubadak Tengah Kecamatan Duo Koto, Drs.Sulhaddi memberikan klarifikasi atas laporan warganya ke polisi atas tindakan penganiayaan pada Jumat 24 November 2024 di Kuraba Jorong Batang Tuhur.

Sulhaddi menerangkan pada wartawan mediakompas.id, Sabtu ( 01/12/2024), insiden yang viral saat ini di medsos, Sulhaddi menerangkan, melalui tlp selulernya/pesan Sungkat WA saya tidak ada sangkut pautnya dengan perbedaan pandangan terkait Pilkada Pasaman, hanya kesalahan pahaman saja ungkapnya

Wali Nagari Cubadak Tengan Sulhaddi Menerangkan Secara Rinci, kronologis kejadian tersebut berawal dirinya mau berangkat kunjungan kerja untuk kegiatan rapat ke Lubuk Sikaping.menjelas kan dirinya berhenti untuk sarapan dan minum kopi di warung Murtiani pinggir jalan raya kampung Kuraba ia tak sengaja sepeda motornya menyerempet knalpot sepeda motor milik Yedrisal (pelapor) akibat jalan licin dan berpasir. Sesampai di warung kopi pelapor mengatakan mengapa sepeda motor saya di tabrak, kemudian saya lalu saya jelaskan, bukan ditabrak tetapi lantaran jalan licin kena sedikit knalpot. Pak Abdi,ungkapnya, masalah kami ini sebenarnya masalah sepele, dan tidak ada gejolak apa2 dimasyarakat saya ucapnya.

Yedrisal yang melapor ini masih keluarga saya, bahkan orang kepercayaan saya dalam meng handel pembangunan yang ada di Nagari saya.

Terjadi kesalah pahaman sedikit, itu murni karena kres kereta, bukan masalah lain. Tapi kejadian ini dimuatlah disalah satu group, akhirnya dipelintir kearah lain. Sehingga dibilang masalah pilkadalah, masalah beda pilihanlah.saya ini wali nagari, tim 01, tim 02 atau 03 hampir semua rekan2 saya, jadi saya mohon janganlah lagi diperkeruh suasana ini.

Keterangan saya itu tidak dia terima, kalau sengaja di tabrak pasti akan rusak atau terbalik. Karena pelapor tidak menerima penjelasan saya kemudian ia terus mengoceh sehingga terjadi adu mulut.

Karena saling emosi sehingga terjadi perkelahian sehingga saya sepak tangan kirinya dan si pelapor memukul perut saya kemudian warga yang ada di warung kopi tersebut memisahkan kami.

Setelah kejadian tersebut saya pesan teh manis dan kami minum lagi. Sekitar 5 menit dia terus ngoceh lagi sehubungan dengan kejadian tadi. Kemudian kami saling emosi, tapi tidak sempat berkelahi lantaran dipisah sama warga di warung kopi tersebut.

Selanjutnya dia disarankan pulang dan sayapun lanjut ke Lubuksikaping.
Dalam kejadian ini, tidak ada lecet atau apapun.
Sulhaddi menyebutkan demi Allah insiden tersebut tidak ada unsur politik atau perbedaan pandangan terkait Pilkada Pasaman.

Ia juga menjelaskan si pelapor adalah keluarganya dan dia juga wakil ketua LPMN Nagari Cubadak Tengah dan orang kepercayaan saya dalam pembangunan nagari.

Sulhaddi berharap dengan kejadian ini jangan ada pihak ketiga yang mempolitisasi permasalahan kami. Ini murni kesalahpahaman.Ungkapnya.

( Abdi Novirta )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *