Wartawan Di aniaya di depan Mako Polda Sumut LBH Minta Polisi Bertindak Cepat dan Serius, Berikut Tanggapan PWI, KKJ dan LPSK.
MEDAN:
Mediakompas.id.
Penganiayaan wartawan yang di lakukan oleh puluhan pria di depan Markas Polda Sumut kemarin mendapatkan respon dari berbagai pihak.
Kejadian naas yang menimpa Irwansyah jurnalis salah satu media online ini diharapkan mendapat tindakan cepat dan serius dari polisi.
Wakil Ketua LBH Medan M Alinafiah Matondang SH Mhum kepada wartawan, Senin (23/9/2024) meminta Kapolda Sumut untuk cepat dan serius mengungkap kasus ini tidak harus viral dulu di masyarakat agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Kapolda Sumut diminta untuk cepat dan serius ungkap kasus ini tidak harus viral dulu di masyarakat agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi keuangan negara dan masyarakat yang membutuhkan BBM subsidi,” kata Aktivis Hukum yang dikenal vokal membela kepentingan masyarakat ini.
Dijelaskannya, penganiayaan yang dialami oleh Irwansyah dalam melaksanakan tugas jurnalistik nya dalam mengungkap dugaan penyelewengan BBM subsidi ini merupakan aksi penghalangan kerja profesi Pers yang tidak boleh dibiarkan.
“Penghalangan kerja jurnalis ini, selain akan merugikan para teman teman pers pastinya juga merugikan masyarakat,” kata M Alinafiah Matondang.
LBH Medan juga mendesak Kapolda Sumut untuk mengusut dan menindak tegas pemasok BBM subsidi yang diduga diselewengkan ini, para pendukungnya serta siapa saja pihak penampungnya agar kejadian ini menjadi efek jera bagi terduga pelaku dan tidak terulang lagi.
Sementara itu Ketua PWI Pusat Hendry CH Bangun menganjurkan media-media di Sumut segera memberitakan peristiwa kekerasan terhadap jurnalis ini. “Buat saja beritanya dulu, ramaikan,” tegasnya via pesan Whats App, Senin (23/9/2024) menanggapi hal itu.
Demikian juga, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumut menanggapi kejadian penganiayaan wartawan di depan Mako Polda Sumut ini.
Melalui Koordinatornya Aray A Argus, KKJ Sumut berjanji akan memverifikasi kejadian itu. “Waalikumsalam pak Nanti kami verifikasi,” tegas Aray A Argus di laman WA nya, Senin (23/9/2024).
LPSK RI juga merespon aksi puluhan pria yang menganiaya wartawan ini. Wakil ketua LPSK RI Susila Ningtias menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan wartawan. “Ok, makasih info nya,” katanya, Senin (23/9/2024).
Terpisah Perwakilan LPSK Medan Sundari berjanji akan melakukan investigasi guna mengetahui kejadian penganiayaan itu.
“Baik pak, terima kasih.. Informasinya sudah kami terima. Tim LPSK segera melakukan investigasi awal untuk mengetahui kronologi perkara,” kata Sundari lewat pesan WA nya, Senin (23/9/2024).
Disinggung atas permohonan perlindungan korban kepada LPSK Medan, Sundari menyampaikan kesiapan LPSK menerima permohonan dari Irwansyah selaku korban. “Silahkan pak…kami tunggu, kapan rencana datang nya pak? Bawa kelengkapan berkas nya pak seperti KTP ( identitas diri ), LP, jika ada foto2 saat kejadian dan berkas2 lain jika ada. Tim penerimaan permohonan yg akan menerima kedatangan.
Jika memungkinkan sekalian buat kronologis kejadian dan surat permohonan nya ya pak,” pungkas Sundari.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto merespon cepat laporan Wartawan korban kekerasan puluhan pria ini. Kepada media, Senin (23/9/2024) dia mengaku, laporan Wartawan diproses di Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut. “Kami tangani oleh dit krimum ya bang,” tegas Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto via pesan Whats Appnya.
Diberitakan, Puluhan pria diduga pelindung penyelewengan Bio Solar memukuli wartawan salah satu media Medan bernama Irwansyah di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Minggu (22/9/2024) malam.
Selain Irwansyah, beberapa wartawan lain juga menjadi korban kebrutalan sekelompok orang itu persis di depan Mako Polda Sumut pada malam itu.
Keberanian puluhan pria ditengarai untuk menyelamatkan sebuah Mobil Pick Up warna hitam BK 8760 GK yang ditemukan beberapa media diduga membawa Bio Solar dari salah Satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar.
(M.Amin)
