Puluhan Emak emak Wali Murid Mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Cukup Miris Melihat Dunia Pendidikan, Setiap Penerimaan Murid Baru Selalu Menuai Permasalah

Puluhan Emak emak Wali Murid Mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Cukup Miris Melihat Dunia Pendidikan, Setiap Penerimaan Murid Baru Selalu Menuai Permasalah

Spread the love

Puluhan Emak emak Wali Murid Mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Cukup Miris Melihat Dunia Pendidikan, Setiap Penerimaan Murid Baru Selalu Menuai Permasalah

 

Sergai.

Mediakompas.id.

Cukup miris penerimaan murid baru setiap tahun ajaran selalu menuai permasalahan seperti anak anak yang tinggal di Kecamantan Serba Jadi Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan di Sei Rampah mempertanyakan kepastian anak anak mereka yang di nyatakan masuk kesekolah SMP Neg: 1 Serba Jadi dan semua aturan sekolah itu uda di ikutin bahkan pendaftaran ulang pun sudah dilakukan serta baju seragam pun uda di bayar, oleh pihak orang tua anak anak yang dinyatakan masuk sesuai zonasi, arpermasi atau prestasi,”ucap wali murid Irfanda Purba

Sambung Irfanda purba, kepada awak media kami ini pak cuma orang kampung yang tidak tahu tentang dunia pendidikan ini, maksud kedatangan kami kekantor dinas pendidikan mau menyanyakan nasib anak anak kami yang sudah sekolah hampir dua minggu masuk sekolah tahu tahu surat bahwa anak kami dinyatakan di SMP Neg: 1 Serba Jadi tidak masuk (Kalah) dan ada kesalahan di waktu pengumuman (Eror).tuturnya purba

“Salah seorang mewakili dari perempua br Sihombing ada cucunya yang dinyatakan di terima di sekolah SMP Neg : 1 Serba Jadi arpermasi ikut juga diskuwalipikasi, jadi orang bodoh ini selalu korban maksud kami supaya nasib anak anak kelak jangan seperti kami yang buta huruf ini,”pungkas br sihombing

Sambung br Hombing, dihadapan para awak media meminta kepada Bupati Serdang Bedagai H Darma Wijaya minta supaya kepala dinas pendidikan Serdang Bedagai diberhentikan bukan mengambil solusi dengan enak di berkata sekolah suwasta aja, ada di sana Ibu/ Bapak masuk kan lalu ku jawab kami ini Bapak tidak sanggup sekahkan kesuwasta soalnya aku sudah tua dan ambil upah upahan keladang orang,” ucap br hombing

Ditambahin ibu br purba saya ini pak upah upahan dan menyewa rumah dengan mempunyai 4 orang anak anak ku gimana caranya mau meyekolahkan kesuwasta biar lah anak ku tidak sekolah makan aja susah dan sekolah suwasta itu cukup jauh dari rumah kontrakan ku dengan meneteskan air mata dan berkata terimakasih bapak/ibu wartawan mau memberi dukungan terhadap orang miskin seperti kami kami ini sembari meninggalkan para awak media sekira pukul 11:26Wib, Kamis (01/08/2024)

“Ketika kepala dinas mau di konfirmasi awak media Suwanto Spd mengatakan kepada stafnya satu aja perwakilan yang bisa masuk dan tidak boleh membawa seperti Hp, Kamera atau peralatan Jurnalis sesuai SOP, kabid SMP Ibu Mariam Spd di hubungi melalui seluleler/WhatsApp tidak ada balasan sampai berita ini di naik kan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *