Banjir Meluas di Kabupaten Langkat, Hingga Ratusan KK Terdampak Banjir, Terutama di Kecamatan Batang Sarangan.

Banjir Meluas di Kabupaten Langkat, Hingga Ratusan KK Terdampak Banjir, Terutama di Kecamatan Batang Sarangan.

Spread the love

Langkat-(Sumut)

Mediakompas.id_Rabu:9 September 2026.

 

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat menyebabkan banjir meluas di sejumlah kawasan. Hingga Selasa (8/9/2026), sedikitnya tiga kecamatan dilaporkan terdampak, yakni Kecamatan Batang Serangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura.

 

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi turun secara terus-menerus di wilayah hulu.

.

Kondisi tersebut menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Situasi diperparah dengan jebolnya tanggul pengaman sungai di beberapa titik.

 

Di Kecamatan Padang Tualang, dampak banjir cukup signifikan. Di Dusun 12 Benteng Rejo, sekitar 600 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 120 sentimeter.

 

Sementara itu, di Dusun 11 Tegal Rejo terdapat sekitar 250 KK terdampak dengan ketinggian air 25–95 sentimeter.

Adapun di Dusun Sumur Bor, sebanyak 260 KK turut terdampak dengan ketinggian genangan sekitar 20–30 sentimeter.

 

Kondisi di Padang Tualang juga dipengaruhi oleh pasang tinggi air laut di kawasan muara sungai. Keadaan tersebut membuat aliran air menuju laut tidak berjalan optimal sehingga air kembali meluap ke daratan.

 

Sementara itu, data lengkap mengenai dampak banjir di Kecamatan Batang Serangan dan Kecamatan Tanjung Pura masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

 

Hingga laporan terakhir, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat kejadian tersebut.

 

PENANGANAN DAN EVAKUASI

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat telah turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan penanganan. Bantuan berupa sembako, tenda keluarga, serta dua unit perahu fiber telah disalurkan guna mendukung kebutuhan warga dan proses evakuasi apabila diperlukan.

 

BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, kepolisian, TNI, serta puskesmas di wilayah terdampak.

 

Personel dan peralatan penanganan darurat disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air maupun jebolnya tanggul kembali.

 

Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir diimbau untuk tetap waspada terhadap kenaikan muka air. Warga juga diminta memantau informasi resmi dari pemerintah dan segera melakukan evakuasi apabila kondisi dinilai membahayakan.

 

Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah Langkat menjadi perhatian serius mengingat tingginya curah hujan dan kondisi aliran sungai serta tanggul di beberapa titik.

 

Situasi masih dalam pemantauan dan data dampak di lapangan terus diperbarui oleh pihak berwenang.

(Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *