Akses ke Sejumlah Sekolah Memprihatinkan, Warga Alasa–Botolala Desak Pembangunan Jalan

Akses ke Sejumlah Sekolah Memprihatinkan, Warga Alasa–Botolala Desak Pembangunan Jalan

Spread the love

NIAS UTARA – Mediakompas.id

Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Alasa menuju kawasan Botolala, Kabupaten Nias Utara, hingga kini masih menjadi keluhan serius masyarakat. Jalan yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas tersebut dinilai sangat sulit dilalui akibat kondisi badan jalan yang rusak dan belum mendapatkan penanganan pembangunan secara maksimal.

07 Agustus 2026

 

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena ruas jalan ini bukan hanya menjadi akses utama masyarakat, tetapi juga merupakan jalur yang digunakan para guru dan siswa untuk menuju sejumlah sekolah yang berada di kawasan Botolala, termasuk SD Botolala Uludumula, SMP Negeri 8 Alasa, dan SMA Negeri 2 Alasa.

Bagi masyarakat, persoalan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan berkaitan langsung dengan pendidikan, perekonomian, serta kelancaran aktivitas sehari-hari. Guru yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah harus menghadapi kondisi jalan yang sulit, sementara para siswa juga menggunakan jalur tersebut untuk pergi dan pulang sekolah.

 

Masyarakat dari sejumlah desa, di antaranya Desa Banua Sibohou I, Desa Loloanaa, Desa Banua Sibohou II, Desa Dahana, serta wilayah Hiligawoni, turut merasakan dampak buruk kondisi jalan tersebut.

 

Selain menghambat aktivitas pendidikan, buruknya kondisi jalan juga menyulitkan masyarakat dalam mengangkut dan mengeluarkan hasil pertanian.

Kendaraan roda dua yang selama ini menjadi salah satu alat transportasi utama masyarakat harus melewati medan jalan yang rusak dan sulit dilalui.

Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap biaya transportasi dan waktu tempuh masyarakat. Hasil pertanian yang seharusnya dapat dengan mudah dibawa menuju pasar atau pusat perekonomian menjadi terkendala karena akses jalan tidak mendukung.

 

“Jalan ini sangat sering kami lalui. Guru, anak sekolah dan masyarakat setiap hari menggunakan jalan ini. Kalau kondisinya seperti sekarang, sangat sulit bagi kami untuk beraktivitas, terutama ketika membawa hasil pertanian,” keluh salah seorang warga.

 

Bukan Hanya Jalan Desa, Tetapi Akses Pendidikan dan Ekonomi

 

Masyarakat menilai ruas jalan Alasa menuju Botolala sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebab, jalan tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat dari beberapa desa sekaligus.

 

Bukan hanya masyarakat yang menggunakan jalan tersebut, para guru yang berasal dari Desa Hiligawoni dan wilayah lainnya juga harus melewati jalur itu setiap hari untuk menjalankan tugasnya di sekolah.

 

Begitu juga dengan anak-anak sekolah yang tidak memiliki pilihan lain selain melewati jalan tersebut setiap hari.

 

Kondisi ini membuat masyarakat berharap pembangunan tidak hanya dilakukan pada ruas-ruas jalan yang berada di pusat kecamatan atau wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh kawasan yang menjadi akses vital bagi pendidikan dan perekonomian masyarakat pedesaan.

 

Masyarakat juga menyampaikan bahwa Bupati Nias Utara beberapa kali datang dan melihat langsung kondisi jalan serta sekolah di kawasan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Bupati disebut menyampaikan bahwa pembangunan jalan yang sering dilalui masyarakat memang perlu mendapat perhatian.

 

Pernyataan tersebut menjadi harapan bagi masyarakat agar persoalan infrastruktur di kawasan Botolala tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Nias Utara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

 

Atas kondisi tersebut, masyarakat secara terbuka meminta perhatian Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution agar melihat secara langsung kondisi ruas jalan menuju Botolala dan mempertimbangkan pembangunan maupun peningkatan kualitas jalan tersebut.

 

Masyarakat berharap pemerintah provinsi dapat melakukan survei teknis dan menentukan penanganan yang tepat terhadap ruas jalan yang menjadi urat nadi beberapa desa tersebut.

 

“Harapan kami kepada Pak Gubernur, mohon jalan menuju Botolala ini diperhatikan. Di sini ada sekolah, ada guru, ada anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari melewati jalan ini. Kami juga mengandalkan jalan ini untuk membawa hasil pertanian,” ungkap warga.

 

Menurut masyarakat, pembangunan jalan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan warga. Jalan yang layak akan mempermudah mobilitas guru dan siswa, mempercepat pengangkutan hasil pertanian, mengurangi risiko kecelakaan, serta membuka akses ekonomi masyarakat.

 

Warga juga berharap pembangunan tidak dilakukan secara parsial atau hanya pada titik-titik tertentu, melainkan ditangani secara menyeluruh sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

 

Masyarakat mengingatkan agar persoalan infrastruktur tersebut tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau aktivitas pendidikan benar-benar terganggu baru mendapatkan perhatian.

 

Bagi masyarakat di wilayah pedalaman, jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat menentukan kemajuan daerah. Ketika akses jalan buruk, maka pendidikan, kesehatan, pertanian, perdagangan dan berbagai aktivitas masyarakat ikut terdampak.

 

Karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Nias Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara duduk bersama mencari solusi konkret terhadap kondisi ruas jalan Alasa–Botolala.

 

Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi kepastian pembangunan.

Harapan warga sederhana: jalan yang setiap hari digunakan guru, siswa dan masyarakat dapat dibangun menjadi lebih layak, aman dan mudah dilalui.

 

Kini, perhatian masyarakat tertuju kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Apakah keluhan warga Botolala dan desa-desa sekitarnya akan segera ditindaklanjuti, atau kembali menunggu hingga kondisi jalan semakin parah?

Warga berharap, pembangunan jalan Alasa menuju Botolala segera direalisasikan demi pendidikan, perekonomian dan masa depan masyarakat Nias Utara.

 

(Efori Zendrato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *