Yasop Peduli, “Libatkan 360 Siswa Salurkan Bantuan Sembako Kepada 500 Kepala Keluarga di Kecamatan Balige”.

Yasop Peduli, “Libatkan 360 Siswa Salurkan Bantuan Sembako Kepada 500 Kepala Keluarga di Kecamatan Balige”.

Spread the love

Toba, MediaKompas.id

 

Balige, 1 Juli 2026 — Selama lebih dari tiga dekade, Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung meyakini bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kepedulian, ketika karakter ditempa melalui pengalaman, dan ketika seorang siswa belajar memahami kehidupan bukan hanya dari buku, tetapi juga dari masyarakat.

Semangat itulah yang kembali diwujudkan melalui YASOP Peduli, sebuah gerakan sosial yang mengajak para siswa keluar dari lingkungan asrama untuk hadir di tengah masyarakat.Bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa empati, perhatian, dan kemauan untuk belajar dari kehidupan.

 

Pada pelaksanaan tahun ini, program YASOP Peduli diinisiasi secara kolaboratif oleh Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Artha Graha Peduli, dan Paryasop (Persatuan Alumni Yasop). Melalui sinergi lintas pihak ini, bantuan berupa paket sembako akan disalurkan kepada 500 kepala keluarga (KK) di wilayah Hinalang, Sangkar Ni Huta, Pagar Batu, Kawasan Kota Balige.

 

Pendataan Berbasis Digital dan Sinergi Aparatur Desa, Agar penyaluran berjalan tepat sasaran, proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dari pintu ke pintu (door-to-door) menggunakan aplikasi survei digital.

 

Koordinator Lapangan YASOP Peduli, Paul Siahaan, menegaskan bahwa metode pendataan ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap penerima memang memiliki kelayakan untuk menerima bantuan.

Paul menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi erat dengan pemerintah setempat agar kegiatan ini berjalan lancar.

 

Dalam menjalankan tugasnya, tim survei didukung oleh 10 orang anggota tim yang berasal dari masing-masing desa/kelurahan, sehingga mereka benar-benar memahami dan mengenali kondisi warga di wilayahnya.

Distribusi Langsung oleh Siswa dan Pelibatan Transportasi Lokal

Terkait pelaksanaan distribusi di lapangan, Kepala Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung (Yasop), Edison Silali, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tidak menggunakan jasa perantara, melainkan melibatkan partisipasi langsung para siswa.

 

“Penyaluran bantuan akan dilaksanakan langsung oleh 360 siswa-siswi asrama Yasop secara door-to-door. Berbekal data digital yang telah disusun oleh tim survei awal, diharapkan siswa-siswi dapat dengan efektif mengunjungi setiap rumah penerima bantuan, dan mendapat kesempatan berinteraksi dengan masyarakat.

Kami memohon bantuan dan dukungan masyarakat untuk menerima dan mendukung siswa-siswi kita dalam menjalankan kegiatan yang positif ini,” tutur Silali.

 

Pelaksanaan distribusi logistik dan pergerakan ratusan siswa tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas dalam waktu yang singkat tersebut, panitia turut memberdayakan sarana transportasi lokal.

“Untuk mendukung pergerakan siswa dan distribusi logistik ini, kami membutuhkan puluhan angkot dan becak.

 

Kita sudah berkoordinasi dengan komunitas angkot dan becak untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tambah Paul Siahaan. Keterlibatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi yang saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dan para pelaku transportasi lokal di Balige.

 

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Kegiatan sosial edukatif ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Bupati Toba, Effendi P. Napitupulu, ketika ditemui di Rumah Dinas, menyatakan apresiasinya. Beliau sangat mendukung kegiatan YASOP Peduli ini dan menilai bahwa program ini merupakan langkah yang sangat baik bagi pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak.

 

Bagi YASOP, setiap rumah yang dikunjungi memiliki cerita. Setiap percakapan dengan masyarakat merupakan pembelajaran. Dan setiap tangan yang dijabat menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin harus mampu memahami kehidupan orang-orang yang kelak akan dipimpinnya. Karena itu, para siswa yang bertugas tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan. Mereka akan mendengarkan cerita, mengenal kehidupan masyarakat lebih dekat, serta belajar menghargai semangat dan perjuangan yang sering kali tidak mereka temui dalam keseharian di lingkungan sekolah maupun asrama.

 

Melalui YASOP Peduli, Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung menegaskan kembali komitmennya untuk terus membentuk generasi pemimpin yang bertumbuh bersama masyarakat, belajar dari masyarakat, dan pada akhirnya mengabdikan dirinya bagi masyarakat.(Dedy Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *