TEBING TINGGI –Mediakompas.id.
Suasana hangat penuh makna terasa dalam bincang sore sesama insan pers yang berlangsung di kediaman Imran, pemilik usaha roti kacang Raja Beo, di Jalan Muhamad Said Bagelen, Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, baru-baru ini.
Pertemuan ini menjadi momentum penting mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen jurnalistik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh pers, di antaranya Imran yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Wilayah Sumatera Utara media Kompas.id, Pemimpin Redaksi Bastian Tampubolon, SH, serta Sofyan Saragih selaku Kepala Perwakilan Wilayah Sumatera Utara media Nusantaraexpose.com. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun sarat diskusi serius terkait peran strategis pers di tengah dinamika sosial masyarakat.
Pertemuan tersebut merupakan ajang diskusi informal sekaligus silaturahmi antarjurnalis lintas media.
Mereka membahas tantangan dunia pers, pentingnya menjaga integritas profesi, serta peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik, khususnya menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas sosial dan keagamaan.
Selain Imran sebagai tuan rumah, hadir pula Bastian Tampubolon, SH, dan Sofyan Saragih yang merupakan figur penting dalam kepemimpinan media di wilayah Sumatera Utara. Ketiganya dikenal aktif dalam mendorong profesionalisme wartawan dan menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi.
Pertemuan digelar di kediaman Imran, yang juga menjadi lokasi usaha roti kacang Raja Beo, di Jalan Muhamad Said Bagelen, Kota Tebing Tinggi.
Tempat ini menjadi simbol kesederhanaan sekaligus ruang diskusi produktif bagi insan pers.
Bincang sore ini dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, sebuah waktu yang identik dengan refleksi diri dan penguatan nilai-nilai moral serta spiritual.
Menurut para peserta, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum memperkuat solidaritas profesi dan menyamakan visi dalam menghadapi tantangan jurnalistik, termasuk maraknya disinformasi dan tekanan terhadap independensi pers.
Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperteguh komitmen moral dan etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Diskusi berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Para jurnalis saling bertukar pandangan, pengalaman lapangan, serta strategi meningkatkan kualitas pemberitaan. Mereka sepakat bahwa pers memiliki tanggung jawab besar sebagai penyampai kebenaran dan kontrol sosial, terutama dalam menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat.
Bastian Tampubolon, SH, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme.
Ia menyebutkan bahwa wartawan harus tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, menyajikan fakta tanpa kepentingan tersembunyi, serta menjadi suara yang jujur bagi masyarakat.
Sementara itu, Sofyan Saragih menambahkan bahwa silaturahmi seperti ini menjadi energi positif bagi insan pers untuk terus berkarya secara profesional dan berintegritas.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat antar jurnalis di Sumatera Utara, sekaligus mempertegas peran pers sebagai garda terdepan dalam menyampaikan kebenaran dan membangun kesadaran publik, terutama dalam menyambut bulan penuh hikmah, Ramadan.
Imran.
